-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Hak Paten dalam Pajak Royalti dan Fungsinya

Konten [Tampil]
Pengertian Hak Paten dalam Pajak Royalti dan Fungsinya

Pengertian Hak Paten

Dalam pengertian Hak Paten dijelaskan bahwa terdapat sebuah hak eksklusif yang diberikan Negara kepada seseorang atau kelompok yang berhasil membuat sebuah temuan kreasi teknologi. 

Dengan ketentuan pihak terkait melakukan invesinya sendiri atau memberikan persetujuan terhadap pihak lain untuk melakukannya. 

Sedangkan pengertian Invesi adalah sebagai sebuah ide yang dituangkan pada aktivitas dalam memecahkan masalah spesifik di bidang keteknologian yang berupa produk ataupun proses tertentu. 

Dimana di dalamnya terdapat perlakuan penyempurnaan serta pengembangan terkait. Sedangkan Inventor sendiri merupakan perseorangan ataupun kelompok yang melaksanakan ide tersebut secara praktis. 

Pengertian Hak Paten Secara Etimologi

Seperti yang terdapat pada pengertian Hak Paten bahwa secara etimologi berasal dari bahasa inggris berupa kata patent dari patere yang memiliki arti membuka diri. 

Selain itu juga berasal dari sebuah istilah lain yaitu letters patent berarti surat keputusan yang dikeluarkan kerajaaan dengan memberikan hak eksklusif terhadap seorang individu ataupun kelompok. 

Konsep yang dibangun dari istilah-istilah tersebut merupakan sebuah usaha untuk memberikan dorongan kepada Invetor untuk membuka pengetahuan dalam memajukan kehidupan masyarakat. Sedangkan untuk sifat penggunaanya berupa teritorial. 

Diartikan bahwa hanya mengikat pada sebuah lokasi tertentu. Namun, terdapat opsi lain jika ingin memperluas jangkauannya dengan mendapatkan multiple paten. 

Cara yang ditempuh yaitu dengan mendaftarkannya ke beberapa Negara yang dituju. Kondisi ini selayaknya monopoli, dengan keuntungan pajak royalti yang bisa didapatkan oleh pihak inventor.

Pajak Royalti

Berdasarkan pengertian Hak Paten bahwa perhitungan pajak royalti umumnya diasumsikan sebagai jumlah terhutang yang harus dibayarkan terhadap pihak inventor. 

Sedangkan untuk perhitungannya bisa dilakukan secara berkala ataupun tidak dalam bentuk imbalan. Pemberlakuanya didasarkan pada ketentuan apabila telah melakukan pemberian serta penggunaan informasi ataupun pengetahuan terkait teknikal industri ataupun model rencana dan desain teknologi terkait. 

Setelah itu juga termasuk di dalamnya pemberian bantuan untuk tambahan yang berhubungan dengan penerimaan hak pengguna. Serta kegiatan penggunaan seluruh ataupun sebagian spektum dalam invensi. Tarif PPh yang dibebankan sebesar 15% dari penghasilan bruto yang bersifat tidak final.