Biaya Membuat Kartu NPWP

Sebuah budaya yang terbentuk dalam masyarakat Indonesia ketika berurusan dengan birokrasi pemerintahan adalah soal biaya. Biaya ini biaya itu harus Anda keluarkan untuk mendapatkan fasilitas atau layanan dari pemerintah. Tidak hanya di pemerintahan, untuk hal-hal terkait dengan regulasi yang berlaku di perusahaan swasta pun kita sudah terbiasa dengan biaya-biaya.

Apakah pengalaman terakhir Anda berurusan dengan birokrasi pemerintah? Ketika mengurus KTP? Mengurus SIM? Mengurus ijin usaha? Bagaimana pengalaman Anda dalam pengurusannya? Apakah di setiap lini atas prosedur pengurusan tersebut Anda mengeluarkan biaya? Tenang! Saya pun memiliki pengalaman yang sama. Intinya jika harus berurusan dengan birokrasi pemerintaha maka harus siap-siap dengan biaya-biaya. Namun bagaimana dengan biaya pembuatan NPWP ?


Biaya Membuat Kartu NPWP

Budaya mengeluarkan biaya memang sudah melekat di masyarakat dan tidak bisa dipungkiri jika tidak semua biaya itu bersifat legal. Yang artinya ada biaya-biaya yang tidak seharusnya ada namun diada-ada. Termasuk juga dengan biaya pembuatan NPWP. Berapa biaya pembuatan NPWP menurut Anda? Mungkin Anda pernah dengar dari rekan Anda yang kebetulan pernah mengurus NPWP. Atau mungkin Anda pernah ditawari oleh seseorang untuk menguruskan NPWP.

Berapa angka nominal yang sering Anda dengar? Rp 50.000? Rp 100.000? Rp 500.000? Atau Rp 1 Juta? Biaya-biaya tersebut tidak ada yang salah. Jika Anda mengurus NPWP melalui pihak lain entah itu notaris, konsultan keuangan, atau konsultan pajak tentu saja mereka memberikan tarif atas jasa yang mereka berikan. Namun bagaimana jika Anda sendiri yang mengurus? Jadi, biaya mengurus NPWP sendiri adalah gratis. Baik yang dilakukan secara manual maupun secara online. Kantor pajak tidak mengenakan biaya atas jasa pembuatan NPWP.

Biaya ini juga tidak berlaku ketika Anda mengurus secara online. Jika Anda membuat NPWP secara online, maka kartu NPWP akan dikirim ke alamat yang Anda gunakan saat mendaftar, dan biaya atas pengiriman kartu NPWP ini adalah gratis. Kantor pajak sama sekali tidak memungut biaya atas proses pembuatan NPWP.

Cetak Ulang NPWP Hilang

Ada banyak alasan yang mengakibatkan hal-hal penting yang kita miliki hilang. Termasuk juga atas kartu NPWP Anda. Bisa saja atas ketidaksengajaan kartu NPWP Anda jatuh dijalan. Atau secara kebetulan kartu NPWP Anda terbakar sehingga tidak dapat digunakan. Jika hal ini terjadi, maka mau tidak mau Anda harus mengurus kembali kartu NPWP tersebut. Untuk mendapatkan kartu NPWP Anda kembali, Anda tidak perlu melakukan pendaftaran kembali karena data Anda sudah tersimpan dalam sistem komputer Direktorat Jenderal Pajak. Yang perlu Anda lakukan cukup cetak ulang NPWP saja. Berikut penjelasan cetak Ulang NPWP Hilang.


Cetak Ulang NPWP Hilang

Untuk melakukan cetak ulang NPWP Hilang cukup mudah. Ada 2 jenis NPWP yaitu NPWP Pribadi dan NPWP Badan, untuk kententuan cetak ulang untuk masing-masing NPWP sebagai berikut

NPWP Pribadi
  1. Surat Keterangan Hilang dari kepolisian
  2. Fotokopi KTP. Jika KTP juga hilang maka dalam Surat Keterangan Hilang dari kepolisian harus mencantumkan keterangan KTP hilang juga.
  3. Surat Kuasa jika bukan atas NPWP Anda sendiri
  4. Isi Formulir (tersedia di kantor pajak)

NPWP Badan
  1. Surat Keterangan Hilang dari kepolisian
  2. Fotokopi NPWP Direktur Perusahaan
  3. Fotokopi Akta Perusahaan
  4. Surat Kuasa jika Anda bukan direktur perusahaan tersebut
  5. Isi Formulir (tersedia di kantor pajak)

Untuk pengurusannya tidak memakan waktu lama. Cukup lengkapi syarat Cetak Ulang NPWP Hilang di atas, kemudian serahkan ke petugas pajak. Petugas pajak akan melalukan validasi terlebih dahulu, jika dinyatakan valid maka kartu NPWP akan dicetak saat itu juga. Dan perlu diketahui, biaya cetak ulang kartu NPWP Hilang adalah gratis / tidak dipungut biaya.

Masa Aktif Kartu NPWP

Setiap kartu Administratif yang Anda punya memiliki masa aktif masing-masing. Misalkan saja SIM yang memiliki masa aktif 5 Tahun. KTP yang memiliki masa aktif 5 Tahun. ATM yang memiliki masa aktif 10 hingga 25 Tahun. STNK yang memiliki masa aktif 1 Tahun. Dan masih banyak contoh yang lain. Dan ketika masa aktif tersebut telah daluarsa, maka Anda harus melakukan perpanjangan. Untuk itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui masa aktif setiap kartu Administratif yang Anda punya. Bagaimana dengan kartu NPWP?


Masa Aktif Kartu NPWP

Kartu NPWP layaknya kartu Administratif yang lainnya. Fungsinya sebagai tanda pengenal atas transaksi perpajakan Anda. Yang membedakan kartu NPWP dengan kartu Administratif yang lain adalah masa aktifnya. Masa aktif kartu NPWP adalah seumur hidup. Maksudnya adalah ketika Kartu NPWP sudah tercetak, maka kartu tersebut dapat Anda gunakan sampai Anda tidak membutuhkannya lagi.

Walaupun Masa aktif kartu NPWP adalah seumur hidup, bukan berarti kartu NPWP Anda tidak bisa diubah datanya. Selama kartu NPWP Anda masih aktif, Anda dapat melakukan perubahan data atas NPWP tersebut kapan saja dan di kantor pajak mana saja. Selain itu, Anda pun dapat melakukan cetak ulang kartu NPWP yang hilang tanpa melakukan pendaftaran NPWP kembali.

Namun perlu Anda perhatikan, jika dalam kurun waktu tertentu Anda tidak melakukan kewajiban perpajakan, maka bisa saja kantor pajak melakukan pembekuan nomor NPWP (menonaktifkan NPWP) atau bisa juga kantor pajak melakukan penghapusan atas kartu NPWP yang Anda miliki. Agar hal ini tidak terjadi, maka selalu penuhi kewajiban perpajakan Anda, sehingga jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan kartu NPWP, Anda tidak perlu kebingungan mengurusnya kembali.

Syarat Membuat NPWP Pribadi

Membuat NPWP Pribadi akan lebih cepat dilakukan jika Anda memahami apa saja Syarat Membuat NPWP Pribadi. Karena secara aturan perpajakan, permohonan pembuatan NPWP Pribadi tidak akan diterima jika salah satu Syarat Membuat NPWP Pribadi tidak terpenuhi. Selain itu, tentu Anda akan buang-buang waktu jika harus berkali-kali datang ke kantor pajak hanya untuk melengkapi Syarat Membuat NPWP Pribadi.


Syarat Membuat NPWP Pribadi untuk Karyawan

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk/KTP yang masih aktif
  2. Fotokopi SK PNS atau Keterangan Kerja dari Tempat Anda Kerja
  3. Isi Formulir Pendaftaran (sudah Tersedia di Kantor Pajak)

Syarat Membuat NPWP Pribadi untuk Wiraswasta

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk/KTP yang masih aktif
  2. Fotokopi Surat Keterangan Usaha minimal dari Kelurahan
  3. Materai nominal Rp 6.000 (bawa sendiri)
  4. Isi Formulir Pernyataan usaha (sudah Tersedia di Kantor Pajak)
  5. Isi Formulir Pendaftaran (sudah Tersedia di Kantor Pajak)

Syarat Membuat NPWP Pribadi untuk Istri

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk/KTP yang masih aktif
  2. fotokopi Kartu Keluarga
  3. fotokopi SK PNS atau Keterangan Kerja dari Tempat Anda Kerja
  4. fotokopi Kartu NPWP suami
  5. Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, atau surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami (buat sendiri atau bisa dikonsultasikan ke kantor pajak terlebih dahulu)
  6. Isi Formulir Pendaftaran (sudah Tersedia di Kantor Pajak)

Pengertian NPWP dan Kewajiban Setelah Memilikinya

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah kartu identitas yang diberikan kantor pajak kepada masyarakat sebagai pembayar pajak. Istilah untuk menyebut pembayar pajak adalah Wajib Pajak atau biasa disebut WP. NPWP memiliki fungsi penting bagi Anda, terutama bagi yang sudah bekerja. Karena semua hal yang berkaitan dengan penghasilan dan transaksi keuangan memiliki unsur pajak. Untuk itu mari kita pelajari apa itu NPWP.


Mengenal NPWP

NPWP dapat dikatakan sebagai kartu identitas perpajakan. Agar nama Anda atau nama perusahaan Anda dikenali sebagai pembayar pajak maka perlu bagi Anda untuk mendaftarkan identitas Anda ke kantor pajak. Dengan memiliki kartu NPWP, setiap transaksi keuangan yang memerlukan pembayaran pajak akan tercatat ke dalam identitas NPWP Anda. Selain untuk administrasi pajak, NPWP juga berfungsi untuk keperluan admnistrasi di bidang lain, sebagai contoh adalah untuk proses peminjaman kredit bank. (Fungsi Utama Kartu NPWP)

Setelah memiliki kartu NPWP, Anda diwajibkan untuk melakukan pelaporan pajak secara bulanan maupun tahunan. Pelaporan ini terkait dengan pembayaran pajak yang Anda lakukan. Itu lah mengapa kantor pajak hanya memberikan kartu NPWP kepada mereka yang sudah berpenghasilan. Karena untuk yang belum memiliki penghasilan namun memaksakan diri untuk memiliki NPWP, yang terjadi adalah ketidakefisienan. Jika seseorang belum berpenghasilan, otomatis tidak ada pajak yang harus dia bayar. Bagi yang bersangkutan malah akan terbebani kewajiban untuk laporan nihil setiap tahunnya. Sementara bagi kantor pajak hal ini tentu hanya membua tambahan pekerjaan administrasi. Untuk itu, bagi Anda yang belum bekerja sebaiknya tidak perlu membuat kartu NPWP.

Bayar NPWP

Ada sedikit kekeliruan dalam pemahaman orang ketika sudah memiliki kartu NPWP. Kebanyakan beranggapan setelah memiliki kartu NPWP selanjutnya diharuskan membayar atas kartu NPWP tersebut. Yang benar adalah, Anda sebagai pemegang kartu NPWP tidak membayar kartu tersebut melainkan membayar pajak menggunakan kartu tersebut. Tidak ada biaya atas kepemilikan kartu NPWP. Sebelumnya Anda perlu membaca dulu ulasan saya terkait biaya pembuatan npwp di sini Biaya Membuat Kartu NPWP

Bahkan untuk Cetak Ulang NPWP Hilang juga tidak dipungut biaya sepeser pun. Intinya, apa yang Anda bayar ke kantor pajak adalah pajak atas penghasilan Anda, bukan biayas atas kartu NPWP Anda.

Kewajiban Setelah Memiliki NPWP

Seperti yang sudah sempat saya singgung di atas, ada kewajiban yang harus Anda penuhi setelah memiliki NPWP. Kewajiban itu adalah
  • Menghitung Pajak Anda
  • Membayar Pajak Anda
  • Melaporkan Pajak Anda
Kewajiban ini bersifat bulanan dan tahunan. Jika Anda baru pertama kali memiliki NPWP, sebaiknya segera melakukan konseling ke bagian konseling di kantor pajak. Karena ada sanksi jika Anda tidak melakukan seluruh kewajiban perpajakan ini. Dan perlu Anda tahu, jika dalam kurun waktu tertentu Anda mengabaikan sebagian atau seluruh kewajiban perpajakan ini, selain mendapat sanksi, NPWP Anda pun dapat dihapus secara sepihak oleh kantor pajak.

Cara Membuat NPWP

Membuat NPWP bukan lah hal yang sulit. Apalagi jika untuk Membuat NPWP Pribadi, syarat dan prosedurnya tidak sebanyak untuk Membuat NPWP Badan. Dalam Membuat NPWP yang terpenting adalah kelengkapan syarat Administratif Membuat NPWP. Untuk itu mari ikuti penjelasan Membuat NPWP secara ringkas berikut.


Prosedur Membuat NPWP

Untuk Membuat NPWP, perlu diketahui prosedur yang harus dilakukan. Pertama adalah melengkapi persyaratannya. Silahkan Anda lengkapi semua persyaratan pembuatan NPWP yang dapat Anda baca di sini
  1. Syarat Membuat NPWP Pribadi
  2. Syarat Membuat NPWP Badan
Jika seluruh Syarat Membuat NPWP sudah lengkap, Anda cukup datang ke kantor pajak terdekat yang sesuai dengan KTP Anda. Aturan perpajakan memperbolehkan untuk Membuat NPWP di kantor pajak dimana saja, namun ada beberapa kantor pajak yang memiliki kebijakan yang tidak memperbolehkan Membuat NPWP di kantor pajak yang tidak sesuai KTP.

Proses Membuat NPWP

Setelah Anda datang ke kantor pajak yang sesuai, selanjutnya Anda cukup menyerahkan berkas Anda ke petugas pajak. Dokumen persyaratan NPWP Anda akan dicek terlebih dahulu. Jika sudah sesuai, maka akan diproses saat itu juga. Jika permohonan Anda diterima, Anda akan mendapatkan kartu NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Secara aturan perpajakan, NPWP dan SKT akan dikirim via pos keesokan harinya ke alamat yang Anda tulis saat membuat NPWP. Namun dalam hal alamat Anda sangat terpencil, maka NPWP bisa langsung diberikan.